ADAM AIR Sejarah menyedihkan Transportasi Udara Indonesia
![]() |
Adam Air |
Adam Air adalah sebuah maskapai penerbangan swasta yang berbasis di Jakarta, Indonesia. perusahaan aviasi ini bernama lengakp PT Adam SkyConnection Airlines, didirikan pada 21 November 2002 oleh Sandra Ang dan politisi Agung Laksono.
Dalam operasinya Adam Air mengklaim menggunakan pesawat Boeing 737-400 baru, meskipun pesawat yang digunakan sebenarnya sudah berusia lebih dari 15 tahun. Selama menjalankan bisnisnya Adam Air langsung tancap gas menjadi opsi transportasi penerbangan pilihan masyarakat Indonesia sehingga banyak mendapatkan penghargaan.
Adam Air memainkan peran penting dalam industri penerbangan Indonesia sebagai maskapai bertarif rendah, namun akhirnya ditutup karena berbagai masalah keamanan dan operasional.
Prestasi
Penghargaan: Adam Air menerima penghargaan Award of Merit dalam kategori Low Cost Airline of the Year pada tahun 2006.
Jaringan Penerbangan: Adam Air mengoperasikan penerbangan berjadwal domestik ke 20 kota dan layanan internasional ke Penang dan Singapura.
Layanan Boarding Guard: Layanan ini diluncurkan pada Oktober 2007 untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang dengan menggunakan sistem barcode .
Adam Air Flight 574
Pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan PK-KKW lepas landas dari Bandara Juanda, Surabaya pada pukul 12.59 WIB pada tanggal 1 Januari 2007 dan diperkirakan tiba di Manado pukul 16.14 WITA.
Pesawat hilang kontak dengan radar Air Traffic Centre (ATC) Bandara Makassar, Sulawesi Selatan, setelah berada di ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter) sekitar 85 mil laut (157,42 kilometer) sebelah barat laut Makassar.
Pesawat terakhir kali dikonfirmasi berada di ketinggian 35.000 kaki pada pukul 15.07 WITA.
Setelah beberapa hari dilakukan pencarian, Akhirnya Kotak hitam pesawat ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat pada tanggal 27 Agustus 2007.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebutkan bahwa kerusakan pada sistem navigasi inersia (IRS) dan kesalahan pilot adalah penyebab utama kecelakaan ini.
Diketahui awalnya alat navigasi pesawat atau Internal Reference System (IRS) rusak. Kedua pilot terlalu fokus untuk memperbaiki kerusakan dan lupa memperhatikan instrumen yang lain.
Mereka baru menyadari bahwa pesawat miring dan turun mendekati laut pada dua menit sebelum pesawat pecah dan menabrak laut.
Alarm berbunyi setelah pesawat miring ke kanan melewati 35 derajat. Tak sampai disitu, pesawat terus miring hingga 100 derajat dan situasi sudah tidak dapat dikendalikan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini dalam Sejarah: Pesawat AdamAir KI 574 Jatuh di Selat Makassar, 102 Orang Tewas", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2024/01/01/060000165/hari-ini-dalam-sejarah-pesawat-adamair-ki-574-jatuh-di-selat-makassar-102?page=all.
Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Titik Balik
kecelakan ini menjadi titik balik bagi Adam Air, karena setelahnya serangkaian kecelakan mulai terjadi pada pesawat yang mereka miliki dan ditambah lagi banyak orang dalam yang mulai berani speak-up mengenai manajemen yang mengabaikan perawatan pesawat dan keselamatan penumpang.
Kecelakaan Adam Air Flight 574 ini menjadi salah satu alasan utama yang menyebabkan penurunan peringkat keselamatan penerbangan Indonesia oleh Amerika Serikat dan reformasi besar dalam industri transportasi di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar